/var/www/html/slims9/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 60" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Filsafat%" ]
"Tidak banyak politisi Indonesia punya waktu untuk menulis buku. Jangankan buku, artikel populer pun jarang lahir dari mereka. Bung Saleh P. Daulay ini tampaknya ingin menunjukkan bahwa anggapan itu tidak selalu benar. Maka karya ini adalah salah satu buktinya." (Ahmad Syafii Maarif/Guru Besar Filsafat Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta) "Pemikiran politik Islam (fiqh siyasah) berkembang…
"Tidak banyak politisi Indonesia punya waktu untuk menulis buku. Jangankan buku, artikel populer pun jarang lahir dari mereka. Bung Saleh P. Daulay ini tampaknya ingin menunjukkan bahwa anggapan itu tidak selalu benar. Maka karya ini adalah salah satu buktinya." (Ahmad Syafii Maarif/Guru Besar Filsafat Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta) "Pemikiran politik Islam (fiqh siyasah) berkembang…
Bibliografi hlm, 519-523. ; ill.; indeks
Bibliografi : hlm. 513-515
Bibliografi hlm, 397-408
Bibliografi hlm, 139-141
Bibliografi : hlm. 266-269 Indeks
Intelektualitas manusia yang sesungguhnya tak / terikat oleh perbudakan tubuh, ia juga merupakan gerak intuisi mistis. Manusia bukanlah budak-budak tubuh, bukan pula budak-budak akalnya. Gerak atur akal logika semata tidak menjadikan ia menjadi manusia. Di sini pulalah keadilan dirasakan dalam intuisi manusia yang terdalam. Kesepaduan akal dan gerak intuisi menjadikan ia manusia, sebagai perwuj…
Intelektualitas manusia yang sesungguhnya tak / terikat oleh perbudakan tubuh, ia juga merupakan gerak intuisi mistis. Manusia bukanlah budak-budak tubuh, bukan pula budak-budak akalnya. Gerak atur akal logika semata tidak menjadikan ia menjadi manusia. Di sini pulalah keadilan dirasakan dalam intuisi manusia yang terdalam. Kesepaduan akal dan gerak intuisi menjadikan ia manusia, sebagai perwuj…
Intelektualitas manusia yang sesungguhnya tak / terikat oleh perbudakan tubuh, ia juga merupakan gerak intuisi mistis. Manusia bukanlah budak-budak tubuh, bukan pula budak-budak akalnya. Gerak atur akal logika semata tidak menjadikan ia menjadi manusia. Di sini pulalah keadilan dirasakan dalam intuisi manusia yang terdalam. Kesepaduan akal dan gerak intuisi menjadikan ia manusia, sebagai perwuj…