Perpustakaan UIN Jurai Siwo Lampung
Jakarta sebelum pagi
Prolog:
MESKIPUN ada mayat di dalam lubang kubur, tetap sulit menentukan siapa yang baru saja mati. Nin yang bilang begitu, begitu kami masuk ke dalam mobil. Katanya, orang lewat bisa berpikir kalau kami lupa mengubur satu mayat lagi. Datuk mengeluarkan geraman yang berarti: “Berhenti ngomong, bau.” Dan, Nin, yang sudah terbiasa mengartikan geraman Datuk sejak bayi, menaikkan nada suaranya dan bilang: “Berikutnya dia yang kita kubur!” Sementara Nin sibuk menyumbangkan pendapatnya mengenai luas lubang yang diperlukan untuk mengubur Datuk (“Seluas Samarinda, minimal, untuk perutnya saja! He, Gendut, diet!”), aku memikirkan betapa tepatnya ucapan Nin (bukan soal luas kuburan Datuk).
Hari ini, di pemakaman, ada orang yang dikubur, dan ada orang yang mengubur. Tapi, sepertinya, kematian mengambil keduanya—satu orang mati dan satu orang hidup. Bukan salah kematian, kurasa. Kematian hanya mengambil satu dari mereka. Masalahnya, yang ditinggal berusaha mengejar, berharap kematian mau mengembalikan apa yang dia ambil.
Detail Information
- Publisher
- Jakarta : PT Grasindo., 2026
- Collation
- 270 hlm.; 20 cm
- Language
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 78-602-05-3137-3
- Classification
- 899.221 308 7
- Edition
- Cetakan ke Tujuh
- Subject(s)
- Statement of Responsibility
- Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie; penyunting : Septi WS
Comments
You must be logged in to post a comment