/var/www/html/slims9/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Warpani, Suwardjoko%" ]
Di dalam dunia yang menyatu, perangkutan sebagai tatanan mobilitas, sosial, budaya, ekonomi, dan hankam dituntut untuk lebih cepat, lebih andal, lebih efisien, dengan daya saing yang tinggi. Oleh karena itu, masalah perangkutan dan lalu lintas dicoba dipilah untuk memudahkan para penentu kebijakan melihat lebih tajam berbagai permasalahan yang ada, dengan begitu mereka dapat menentukan kebijaka…
Di dalam dunia yang menyatu, perangkutan sebagai tatanan mobilitas, sosial, budaya, ekonomi, dan hankam dituntut untuk lebih cepat, lebih andal, lebih efisien, dengan daya saing yang tinggi. Oleh karena itu, masalah perangkutan dan lalu lintas dicoba dipilah untuk memudahkan para penentu kebijakan melihat lebih tajam berbagai permasalahan yang ada, dengan begitu mereka dapat menentukan kebijaka…
Di dalam dunia yang menyatu, perangkutan sebagai tatanan mobilitas, sosial, budaya, ekonomi, dan hankam dituntut untuk lebih cepat, lebih andal, lebih efisien, dengan daya saing yang tinggi. Oleh karena itu, masalah perangkutan dan lalu lintas dicoba dipilah untuk memudahkan para penentu kebijakan melihat lebih tajam berbagai permasalahan yang ada, dengan begitu mereka dapat menentukan kebijaka…
Di dalam dunia yang menyatu, perangkutan sebagai tatanan mobilitas, sosial, budaya, ekonomi, dan hankam dituntut untuk lebih cepat, lebih andal, lebih efisien, dengan daya saing yang tinggi. Oleh karena itu, masalah perangkutan dan lalu lintas dicoba dipilah untuk memudahkan para penentu kebijakan melihat lebih tajam berbagai permasalahan yang ada, dengan begitu mereka dapat menentukan kebijaka…
Di dalam dunia yang menyatu, perangkutan sebagai tatanan mobilitas, sosial, budaya, ekonomi, dan hankam dituntut untuk lebih cepat, lebih andal, lebih efisien, dengan daya saing yang tinggi. Oleh karena itu, masalah perangkutan dan lalu lintas dicoba dipilah untuk memudahkan para penentu kebijakan melihat lebih tajam berbagai permasalahan yang ada, dengan begitu mereka dapat menentukan kebijaka…
Di dalam dunia yang menyatu, perangkutan sebagai tatanan mobilitas, sosial, budaya, ekonomi, dan hankam dituntut untuk lebih cepat, lebih andal, lebih efisien, dengan daya saing yang tinggi. Oleh karena itu, masalah perangkutan dan lalu lintas dicoba dipilah untuk memudahkan para penentu kebijakan melihat lebih tajam berbagai permasalahan yang ada, dengan begitu mereka dapat menentukan kebijaka…
Masalah perangkutan tersebut dibahas dengan terinci dalam buku ini. Buku ini berguna bagi mahasiswa Jurusan Planologi, mereka yang berkecimpung dalam perencanaan perangkutan dan perlalulintasan, serta para pengambil keputusan dalam bidang tata kota dan wilayah maupun tata guna lahan.
Masalah perangkutan tersebut dibahas dengan terinci dalam buku ini. Buku ini berguna bagi mahasiswa Jurusan Planologi, mereka yang berkecimpung dalam perencanaan perangkutan dan perlalulintasan, serta para pengambil keputusan dalam bidang tata kota dan wilayah maupun tata guna lahan.
Bibliografi: hlm. 107-109